Jumat, 08 April 2011

Paper Perbandingan antara hasil panen padi provinsi DKI Jakarta dengan Jawa Timur

 Latar belakang
Pembangunan di Indonesia merupakan suatu proses perubahan yang berlangsung secara terencana dan berkelanjutan yang terpacu pada laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan diimbangi dengan pemerataan pendapatan untuk membangun ekonomi rakyat. Sasaran utamanya untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakatnya. kesejahteraan yang dimaksudkan ialah terpenuhinya kebutuhan pokok maupun tambahan secara cukup ataupun lebih.
Sektor pertanian sangat berperan penting dalam perekonomian disuatu negara, karena sebagian produk nasional merupakan dari hasil pertanian dan sejumlah ibu rumah tangga mengeluarkan hasil pendapatannya untuk membeli hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di Indonesia sektor pertanian merupakan sumber pangan bagi masyarakat. Hal ini dapat diukur dari hasil pertanian dalam Produk Domestik Bruto (PDB). Sektor pertanian juga menjadi salah satu komponen utama dalam program dan strategi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Salah satu hasil pertanian yang penting bagi masyarakat Indonesia adalah hasil panen padi karena padi salah satu kebutuhan hidup utama bagi masyarakat.

Masalah
            Padi merupakan komoditas stategis dalam kehidupan sosial ekonomi nasional yang memerlukan pengendalian oleh pemerintah, karena sebagian besar penduduk bahan pangan pokoknya adalah beras. Berdasarkan latar belakang masalah diatas dapat ditarik rumusan masalah “ Perbandingan antara hasil panen padi provinsi DKI Jakarta dengan Jawa Timur “.

Landasan Teori
1.       Teori Produksi
Fungsi produksi yaitu suatu fungsi yang menunjukkan hubungan antara hasil produksi fisik (output) dengan faktor faktor produksi (input).  Atau dengan kata lain menunjukkan sifat hubungan diantara faktor-faktor produksi dan tingkat produksi yang dihasilkan.
Input(modal, tenaga kerja, bahan baku dan lain-lain
Fungsi produksi (dengan tekhnologi  tertentu)

Output (barang/ jasa)

 



Gambar  Proses Produksi
Dalam bentuk matematika sederhana fungsi produksi dituliskan sebagai berikut:
Q= f(K, L, R.T)
Dimana:
K=   Jumlah stok modal.
L= Jumlah tenaga kerja. Meliputi berbagai jenis tenaga kerja dan  keusahawanan.      
R=     Kekayaan alam.
T=   Tekhnologi ysng digunakan.
Q=  Jumlah produksi yang dihasilkan oleh berbagai jenis faktor  produksi tersebut.
Persamaan tersebut merupakan suatu pernyataan matematik yang pada dasarnya berarti bahwa tingkat produksi suatu barang   tergantung kepada jumlah modal, jumlah tenaga kerja, jumlah kekayaan alam, dan tingkat tekhnologi yang digunakan. Fungsi produksi untuk setiap komoditi juga diartikan sebagi suatu persamaan tabel atau grafik yang menunjukkan jumlah  (maksimum) komoditi yang dapat diproduksi perunit waktu untuk setiap kombinasi input alternative, bila menggunakan teknik produksi yang tersedia. Fungsi produksi pertanian yang sederhana diperoleh dengan menggunakan berbagai alternative jumlah tenaga kerja per unit waktu untuk menggarap sebidang tanah tertentu yang tetap mencatat alternative output yang dihasilkan per unit waktu. banyaknya tenaga kerja yang digunakan, banyaknya pupuk dan obat obatan yang digunakan dan lain lain. Teori produksi dalam ilmu ekonomi membedakan analisisnya kepada dua pendekatan berikut:
1. Teori produksi dengan satu faktor berubah.
2. Teori produksi dengan dua faktor berubah

2.      Ketahanan Pangan
Pengertian ketahanan pangan telah dibakukan dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 1996 tentang pangan. Pada bab 1 pasal 1 disebutkan ketahanan pangan adalah terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik mutu, aman, merata dan terjangkau (Saliem, 2004). Sementara definisi ketahanan pangan yang secara resmi disepakati oleh pimpinan negara anggota Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) termasuk Indonesia pada World Food Conference On Human Right 1993 dan World Food Summit 1996 adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan gizi setiap individu dalam jumlah dan mutu agar dapat hidup aktif dan sehat secara berkesinambungan sesuai budaya setempat (Wibowo, 2000).
Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan secara baik jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangk  (Badan Bimbingan Massal Ketahanan Pangan, 2007). Ketahanan pangan adalah fenomena yang kompleks, mencakup banyak aspek dan faktor terkait yang luas. Dengan pengertian tersebut, mewujudkan ketahanan pangan dapat diartikan lebih lanjut sebagai berikut:
1.      Terpenuhinya pangan yang cukup, diartikan ketersediaan pangan, dalam arti luas bukan hanya beras tetapi mencakup pangan yang berasal dari tanaman, ternak dan ikan untuk memenuhi kebutuhan atas karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi pertumbuhan kesehatan manusia.
2.      Terpenuhinya pangan dengan kondisi yang aman, diartikan bebas dari cemaran biologis, kimia dan benda/zat lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia serta aman dari kaidah agama.
3.      Terpenuhinya pangan dengan kondisi yang merata, diartikan pangan harus tersedia setiap saat dan merata diseluruh tanah air.
4.      Terpenuhinya pangan dengan kondisi terjangkau, diartinkan pangan mudah diperoleh oleh setiap rumah tangga dengan harga yang terjangkau.
Dari versi batasan manapun, aspek kecukupan pangan menjadi basis kriteria untuk menentukan status ketahanan pangan. Hal ini karena ketahanan pangan adalah kebutuhan pokok bagi manusia untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Pada mulanya kecukupan pangan hanya dinilai menurut fisik kuantitas sesuai kebutuhan untuk beraktifitas dalam kehidupan sehari-hari secara sehat. Namun demikian, seiring dengan perkembangan analisis, kriteria kecukupan kemudian juga mencakup aspek kualitas pangan.
Dari sisi dimensi waktu, ketahanan pangan dapat terwujud jika aspek risiko kegagalan askes terhadap pangan dapat ditanggulangi. Terkait dengan faktor resiko tersebut, dikenal dua bentuk ketidaktahanan pangan (Food Insecurity), yaitu yang bersifat kronik dan transitori. Ketidaktahanan pangan kronik terjadi secara terus menerus (jangka panjang) karena rendahnya faktor daya beli dan rendahnya kualitas sumberdaya manusia. Ketidaktahanan pangan transitori terjadi sementara (sering bersifat mendadak atau tiba-tiba) yang sering diakibatkan oleh adanya: bencana alam, kegagalan produksi dan kenaikan harga           (Saliem, 2004).
Ketahanan pangan tidak hanya mencakup pengertian ketersediaan pangan yang cukup, tetapi juga kemampuan untuk mengakses (termasuk membeli) pangan dan tidak terjadinya ketergantungan pangan pada pihak manapun.  Dalam hal ini, petani memiliki kedudukan strategis dalam ketahanan pangan. Petani adalah produsen pangan dan petani adalah juga sekaligus kelompok konsumen terbesar yang sebagian masih miskin dan membutuhkan daya beli yang cukup untuk membeli pangan.  Petani harus memiliki kemampuan untuk memproduksi pangan sekaligus juga harus memiliki pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka sendiri (Krisnamurti, 2005).

Pembahasan Masalah
Provinsi
Jenis Tanaman
Tahun
Luas Lahan (HA)
Produktivitas (Ku/Ha)
Produksi (Ton)
Jawa Timur
Padi
2009
1 904 830
59,11
11 259 085
DKI Jakarta
Padi
2009
1 974
55,79
11 013

Peningkatan produksi padi, selain untuk menjamin adanya pangan (beras) nasional, juga merupakan salah satu upaya untuk menaikkan pendapatan untuk kesejahteraan petani dan keluarganya. Namun peningkatan produksi yang dicapai petani pada panen raya, dalam kenyataannya belum membawa petani pada peningkatan pendapatan untuk kesejahteraan tersebut.
Contohnya saja dalam tabel di atas, pada provinsi Jawa timur pada tahun 2009 dengan  luas lahan tanah sekitar 1904830 Ha dapat berproduktivitas 59,11% dan menghasilkan produksi padi sekitar 11259085 Ton. Pada dasarnya lahan tersebut sangat luas akan tetapi para petani hanya dapat menggunakan setengah dari luas lahan yang tersedia untuk ditanami benih padi. Karena lahan sawah yang ada di Jawa Timur tidak memiliki tingkat kesuburan yang sama maka, para petani tidak bisa memaksimalkan lahan sawah tersebut.
Dibandingkan dengan provinsi Jawa Timur, hasil panen padi di kota Jakarta lebih rendah. Kota Jakarta hanya memiliki lahan sawah yang jumlahnya sekitar 1974 Ha dan dapat berproduktivita sebesar 55,79% sehingga hanya dapat menghasilkan padi sebesar 1103 ton. Hal itu disebabkan karena lahan persawahan di kota Jakarta mulai menyempit akibat telah dipenuhi oleh gedung-gedung perkantoran dan semua pusat aktivitas Negara Indonesia memang berada di kota Jakarta.
Kesimpulan
Sesuai dengan pola produksi tahunan, produksi gabah pada saat panen raya di daerah sentra produksi selalu melimpah, sedangkan permintaan gabah atau beras bulanan relatif stabil. Berdasarkan hukum ekonomi, jika harga menurun, maka permintaan akan naik. Demikian juga yang dialami petani pada musim panen raya, jika harga gabah turun sampai dibawah harga dasar bahkan sampai titik terendah, maka permintaan padi pun akan meningkat, sehingga tidak memberi keuntungan kepada petani. Sebaliknya pada musim paceklik, seringkali produksi yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan sehingga harganya meningkat, bahkan sampai tidak terjangkau oleh petani yang pada saat itu justru tidak memiliki lagi produksi gabah.
Saran
 Seharusnya pemerintah lebih dapat memperhatikan tentang  lahan sawah yang ada di daerah-daerah, agar tidak ada lagi penyempitan lahan sawah yang berlebihan. Dan pemerintah diharapkan dapat mensejahterakan kehidupan petani yang memiliki peran penting dalam mengolah pangan khususnya padi yang merupakan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia.

Selasa, 01 Maret 2011

tugas rangkuman perekonomian indonesia


Perekonomian Indonesia dibagi menjadi empat periode
1.      Pemerintahan orde lama buruknya perekonomian pada periode orde lama terutama disebabkan oleh hancurnya infrastruktur ekonomi fisik maupun non fisik selama pendudukan jepang, perang dunia II, dan perang revolusi, serta gejolak politik dalam negeri termasuk pemberontakan di sejumlah daerah, ditambah lagi dengan manajemen ekonomi makro yang sangat buruk tersebut (tambunan 1991,1996). mengikuti kerangka analisis dari dumairy (1996) periode orde lama sejak 1945 sampai 1965 dapat dibagi menjadi tiga periode yaitu periode 1945-1950, periode demokrasi parlementer  (1950-1959), dan periode demokrasi terpimpin (1959-1965).Kebijakan paling penting dilakukan oleh kabinet hatta adalah reformasi moneter melalui devaluasi mata uang nasional yang pada saat itu masih gulden dan pemotongan uang sebesar 50% atas semua uang kertas yang beredar pada bulan maret 1950 yang dikeluarkan oleh De Javasche.
2.      Pemerintahan orde baru sejak bulan maret 1966 indonesia memasuki pemerintahan orde baru, dalam periode orde baru ini perhatian pemerintah lebih ditunjukan pada peningkatan kesejaterahan masyarakat lewat pembangunan ekonomi dan sosial di tanah air,dalam masa ini pemerintah menjalin hubungan baik denagn pihak barat dan menjauhi pengaruh ideologi komunis. tujuan jangka panjang dari pembangunan ekonomi di indonesia pada masa orde baru adalah meningkatkan kesejaterahan masyarakat melalui suatu proses industrialisasi dalam skala besar, seperti kesempatan kerja dan defisit neraca pembayaran. Pada april 1969 repelita (rencana pembangunan lima tahun pertama) dimulai denagn penekanan utama pada pembangunan sektor pertanian dan industri-industri yang terkait,seperti agroindustri. dampak repelita I dan repelita-repelita berikutnya terhadap perekonomian indonesia cukup mengagumkan, terutama dilihat pada tingkat makro
3.      Transisi reformasi,ada lima memarandum tambahan tentang kebijaksanaan ekonomi keuangan yaitu
1.      Program stabilisasi
2.      Restrukturisasi perbankan
3.      Reformasi struktural
4.      Penyelesaiaan ULN swasta
5.      Bantuan untuk rakyat kecil
4.      Reformasi,pada pertengahan tahun 1999 dilakukan pemilihan umum yang dimenangkan oleh partai PDI-P, namun akhirnya pada bulan oktober dipilih KH.Abdurahman wahid.selama masa pemerintahan gus dur hampir setiap masalah tidak dapat diselesaikan dengan baik,berbagai kerusuhan sosial terjadi,misal pemberontakan aceh,konflik maluku, dan pertikaian etnis dikalimantan.buruknya hubungan antara pemerintah indonesia dengan IMF yang memebuat para pelaku bisnis dan para investor asing enggan menanam modalnya diindonesia.
yang terikat dalam perekonomian indonesia
·         orang/orangan (individu)
·         Perusahaan (PT,CV,Firma)
·         Pemerintah (BUMN)
·         Koperasi  (Inggris)
Secara umum ada tiga macam sistem ekonomi yang dikenal didunia yaitu
1. sistem ekonomi kapitalis adalah suatu sistem ekonomi dimana kekayaan yang produktif terutama dimiliki secara pribadiroduksi terutama dilakukan untuk dijual.ada enam (6) asas sebagai ciri sistem ekonomi kapitalis
1.      Hak milik pribadi
2.      Kebebasan berusaha dan kebebasan memilih
3.      Motif kepentingan diri sendiri
4.      Persaingan
5.      Harga ditentukan oleh mekanisme pasar
6.      Peranan terbatas pemerintah
2.      sistem ekonomi sosialis adalah kebalikan dari sistem kapitalis bagi kalangan sosialis pasar justru harus dikendalika oleh peranan terpusat. Sistem ekonomi sosialis dibagi menjadi dua yaitu sistem ekonomi sosialis dari marxis dan sistem ekonomi sosialis demokrat, sistem ekonomi sosialis marxis yaitu dimana seluruh unit ekonomi,baik sebagai konsumen, produsen, maupun pekerja tidak diperkenankan untuk  mengambil keputusan sendiri-sendiri yang menyimpang dari komando otoritas tertinggi yaitu partai. sedangkan dalam sistem ekonomi sosialis demokrat produsen bebas memilih jenis  dan berapa banyak produk yang dibuat,konsumen dapat bebas memilih barang yang diinginkan, dan pekerja bebas memilih pekerjaan yang cocok untuk mereka
3.      sistem ekonomi casmpuran adalah sistem yang mengandung beberapa elemen dari sistem ekonomo kapitalis dan sistem ekonomi sosialis, dalam ekonomi sosialis campuran dimana kekuasaan serta kebebasan berjalan secara bersamaan walaui dalam kadar yang berbeda-beda.

Senin, 29 November 2010

RESUME BAB 9 PENGANTAR BISNIS MODERN


SUMBER TENAGA KERJA DAN KOMPENSASI
§  Pendahuluan
Pengertian fungsi adalah tugas-tugas yang dapat dengan segara dibedakan denganm tugas-tugas lain. Sebagio perencana fungsi tersebut diperlukaka personalia yang diberi wewenang, tanggung jawab, dan pertanggung jawaban.
§  Macam/Jenis Personalia
1.      Tenaga Eksekutif adalah tenaga yang mempunyai dua tugas pokok yaitu melaksanakan berbagai keputusan dan melaksanakan fungsi organik manajemen. Tenaga ini harus merupakan tenaga yang ahli dalam bidangnya. Tenaga operatif dibagi menjadi 3 yaitu :
2.      Tenaga Operatif merupakan tenaga terampil yang menguasai bidang pkerjaannya Tenaga operatif dibagi menjadi 3 yaitu :
1.      Tenaga Terampil (Skilled Labor)
2.      Tenaga Setengah Terampil (Semi Skilled Labor)
3.      Tenaga Tidak Terampil (Unskilled Labor)
§  Sumber Tenaga Kerja
1.      Dari dalam perusahaan yaitu berasal dari promosi atau transfr didalam mperusahaan
2.      Teman-teman para karyawan
3.      Lembaga penempatan tenaga kerja
4.      Lembaga pendidikan
5.      Lembaga pendidikan
§  Seleksi Tenaga Kerja
1.    Penentuan Jenis (Kualitas) Tenaga Kerja
Yang menentukan prassyarat yang harus dipenuhi antara lain
1.      Batas maksimum-minimum usia
2.      Pendidikan minimal yang dimiliki
3.      Pengalaman kerja yang telah diperoleh
4.      Bidang keahlian yang dimiliki
5.      Keterampilan lain yang dimiliki
6.      Pengetahuan-pengetahuan lainnya
7.      Dan sebagainya
2.    Penentuan Jumlah Tenaga Kerja
a.      Analisa beban kerja yang dimeliputi perammalan penjualan, penyusutan jadwal waktu kerja dan penentuan jumlah tenaga kerja yang duperlukan untuk membuat saty unit barang
b.      Analisa tenaga kerja untuk menghitung jumlah tenaga kerja yang sesungguhnya dapat tersedia pada satu periode tertentu
3.      Proses Seleksi
a.      Pengisian formulir atau penyortiran lamaran-lamaran yang masuk
b.      Wawancara pendahuluan
c.      Psycho-test meliputi
1.      Aptitude test-menguji sikap seseorang
2.      Achievement test -  menguji bakat seseorang
3.      Intrest test – menguju minat seseorang
4.      Pessonality test – menguji kepribadian seseorang
5.      IQ test (Intelegesia quotient) – menguji kecakapan seseorang
d.     Wawancara Lanjutan
e.      Pengujian referensi
f.       Pengujian kesehatan
g.      Masa Orientasi

§  Pengembangan Karyawan
Pada dasarnya terdapat dua metode pengembangan karyawan yaitu
1.      Dilaksanakan didalam dan oleh perusahaan sendiri
2.      Dilaksanakan diluar perusahaan dan oleh lembaga lain
§  Kompensasi
Kompensasi adalah imbalan jasa yang diberikan secara teratur dan dalam jumlah tertentu oleh perusahaan kepada para karyawan atas kontribusi tenaganya yang telah dibrikannya untuk mencapai tujuan perusahaan.
Terdapoat tiga macam teori upah yaitu
1.      Teori pasar
2.      Teori standard hidup
3.      Teori kemampuan untuk membayar
§  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Upah
Besar kecilnya tingkat upah bagi buruh dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu
1.      Pasar tenaga kerja
2.      Tingkat upah yang berlaku di daerah yang bersangkutan
3.      Tingkat keahlian yang diperlukan
4.      Situasi laba perusahaan
5.      Peraturan pemerintah
§  Metode Pengupahan
1.      Upah lang sung merupakan bentuk pembayaran  upah yang paling sederhana
2.      Gaji, dasar pembayaran metode ini adalah lama waktu mengerjakan suatu pekerjaan
3.      Upah satuan, pada metode ini upah yang dibayarkan kepada karyawan menurut jumlah produk yang dihasilkan
4.      Komisi merupakan sejumlah uang yang dibayarkan untuk setiap unit barang yang terjual
5.      Premi shif kerja merupakan upah yang diberikan kepada karyawan karena bekerja diluar jam kerja normal
6.      Tunjangan tambahan tujuannya untuk menarik agar karyawan bersedia bekerja diperusahaan dalam waktu yang laa
§  Upah Insentif
Macam-macam upah intensif
1.      Full Participation Plan
Full participation merupakan upah insentif bagi karyawan pabrik dimana kegiatan ekstrs pada tugas mereka dan dapat menghasilkan produksi tambahan
2.      Group Insentif Plan
Insentif  ini diberikan kepada sekelompok karyawan bila mana terbukti mereka dapat menunjukan hasil yang menguntungkan seperti
a.       Peningkatan produktifitas
b.      Penurunan biaya tenaga kerja per unit
c.       Perbaikan kualitas produk
d.      Pengurangan tingkat kerusakan pada produk yang dihasilkan

HUBUNGAN PERBURUHAN

§  Hubungan Perburuhan Pancasila
Hubungan perburuhan ini terjadi karena antara buruh Disatu pihak dan manajemen dilain pihak. Dalam hubungan perburuhan pancasila ini buruh atau karyawan harus diperlukan sebagai manusia seutuhny, artinya karyawan tidak boleh diperlakukan sewenang-wenang.
Bila mana terjadi ketidak sepakatan antsara buruh dan manajemen buruh mempunyai senjata yang dapat digfunakan untuk menekan pembicaraan antara mereka yaitu :
1.      Biokot
2.      Pemogokan
3.      Penghasutan
4.      Memperlambat pekerjaan
§  Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
Hak-hak buuh
1.      Besarnya gaji atau upah minimal yang harus diterima buruh beserta kenaikannya
2.      Tunjangan-tunjangan yang harus diterima
3.      Hak untuk mendapatkan santunan kecelakaan ditempat kerja
4.      Hak untuk mendapatkan promosi dengan sistem penilain yang adil
5.      Hak untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan yang melalui program training yanmg diberikan oleh perusahaan
6.      Mendapatkan pesangon bila ia dipecat atau keluar atas kemauan sendiri
7.      Besarnya pesangon
Kewajiban buruh
1.      Datang bekerja tepat pada  waktunya
2.      Menjaga ketertiban dan suasana kerja serasi
3.      Berusaha meningkatkan produktivitas
4.      Mengikuti peraturan yang ada, yang ditetapkan oleh perusahaan tersebut
5.      Berusaha untuk selalu dapat melakukan penghematan untuk dapat menekan biaya produksi
6.      Menyumbangkan gagasan-gagasan yang bermanfaat untuk kelancaran jalanya usaha dan penekanan biaya produksi
7.      Bekerja sesuai yang digambarkan dalam deskripsi jabatan
Hak Pengusaha
1.      Hak untuk mnengevaluasi kerja, karyawan  menurut tata cara yang telah disepakatii
2.      Hak memilih atau menentukan seseorang dianggap baik untuk menjadi pimpinan
3.      Hak untuk menegur atau mengarahkan bila terdapat karyawan yang dipandang bertindak menyimpang sehingga dapat merugikan perusahaan
4.      Hak memberi promosi dan devisi kepada karyawan
5.      Hak untuk memecat karyawan sesuai dengan prosedur yang berlaku
Kewajiban pengusaha
1.      Memberikan semua hak karyawan yang telah di sepakati bersama jagi,promosui, santuna ,jaminadansebaganya.
2.      Memperlakukan semua karyawan secara adil
3.      Memberika fasilita kepada karyawan ,tempat ibadah ,sekolah ,rekreasi dan sebagainya
§  Macam-macam Perjanjian Kerja
1.      Closed shop agreement
2.      Union shop agreement
3.      Open shop agreement
§  Konflik dalam Hubungan Kerja
Cara penyelesaian konfil dapt dilakukan dalam beberapa tahap sebnagai berikut
1.      Diselesaikan oleh mandor sebagi wakil perusahaan, bersama dengan wakil buruh dalam bagian itu
2.      Bilamana cara penyelesaian pertama tersebut mengalami kemacetan maka masalah tersebut diselesaikan ke tingkat yang lebih tinggi yaitu, antara kepala bagian dengan wakil buruh bagian yang bersangkutan
3.      Apabila masih tidak bisa juga diselesaikan maka masalah dibawa ketingkat yang lebih tinggi lagi, yaitu oleh manajer sebgai wakil perusahaan dan wakil seketariat buruh perusahaan tersebut
4.      Apabila masih belum bisa terselesaikan juga, masalah tersebut dibawa ke perundingan antara wakil perusahaan dan wakil buruh dengan penengah yaitu panitia penyelesaian perselisihan perburuhan tingkat daerah, atau tingkat pusat, bilamana tingkat daerah tidak mampu menyelesaikannya
§  Perantara Dalam Pemecahan Konflik
Terdapat tiga macam cara pemecahan dengan menggunakan perantara
1.      Konsiliasi
2.      Mediasi
3.      Arbitrasi
Macam-macam Arbitrasi
1.      Arbitrasi sukarela (voluntary arbitration)
2.      Arbitrasi paksaan (compulsory arbitration)
3.      Arbitrasi otomatis (automatic arbitration)
§  Lembaga-lembaga BIPARTITE dan TRIPARTITE
Untuk menyelesaikan konflik yang macet digunakan dua lembaga yaitu Bipartite dan Tripartite. Lembaga bipartite mendasarkan diri pada pengertian bahwa setiap masalah yang timbul dari hubungan perburuhan merupakan tanggung jawab kedua belah pihak. Lembaga tripartite mendasarkan pada pengertian bahwa setiap masalah yang timbul dari hubungan perburuhan adalah merupakan tanggung jawab buruh
§  Mencegah Konflik
1.      Melaksanakan lembaga keluhan dengan  baik
2.      Mengadakan survey gairah kerja secara rutin
3.      Menyelenggarakan lembaga bimbingan dan penyuluhan
4.      Mengikut sertakan buruh dalam pengambilan keputusan