Sabtu, 29 Oktober 2011

ekonomi koperasi


Nama             : Ayu Maylisa
Npm               : 21210248
Kelas              : 2 EB 22
Judul              : Pengertian Ekonomi Koperasi

Sejarah koperasi
Koperasi diperkenalkan di Indonesia oleh R. Aria Wiriatmadja di Purwokerto, Jawa Tengah pada tahun 1896. Dia mendirikan koperasi kredit dengan tujuan membantu rakyatnyayang terjerat hutang dengan renternir. Koperasi tersebut lalu berkembang pesat dan akhirnya ditiru oleh Boedi Oetomo  dan SDI.
Koperasi menjamur kembali hingga pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 Sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya.Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat.Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.

Pengertian pengertian pokok tentang Koperasi :
  1. Merupakan perkumpulan orang-orang termasuk badan hukum yang mempunyai kepentigan dan tujuan yang sama.
  2. Menggabungkan diri secara sukarela menjadi anggota dan mempunyai hak dan kewajiban yang sama sebagai pencerminan demokrasi dalam ekonomi.
  3. Kerugian dan keuntungan ditanggung dan dinikmati bersama secara adil.
  4. Pengawasan dilakukan oleh anggota.
  5. Mempunyai sifat saling tolong menolong.
  6. Membayar sejumlah uang sebagai simpanan pokok dan simpanan wajib sebagai syarat menjadi anggota.
Sebetulnya suatu definisi itu meskipun banyak persamaannya, tetapi orang banyak yang memberi tekanan pada salah satu unsurnya. Hal ini tergantung pada perbedaan segi pandangan palsafah hidup orang yang mengemukakan tentang Koperasi, sebagai pelengkap dari pengertian koperasi menurut UU No. 12/1967 (undang-undang pertama mengenai Koperasi Indonesia), diantaranya
:
1.     Dr.C.C. Taylor
Beliau adalah seorang ahli ilmu Sosiologi, dapat diperkirakan tinjauan beliau adalah tinjauan yang menganggap bahwa Koperasi adalah konsep sosiologi. Menurutnya koperasi ada dua ide dasar yang bersifat sosiologi yang penting dalam pengertian kerja sama :
  1. Pada dasarnya orang lebih menyukai hubungan dengan orang lain secara langsung. Hubungan paguyuban lebih disukai daripada hubungan yang bersifat pribadi.
  2. Manusia (orang) lebih menyukai hidup bersama yang salig menguntungkan dan damai daripada persaingan.
Sesuai dengan pandangan Taylor tersebut Koperasi dianggap lebih bersifat perkumpulan orang daripada perkumpulan modal, selain dari sudut pandang ETIS/ RELIGIOUS dan sudut pandang EKONOMIS.
2.     Intenational Labour Office (ILO)
Menurut ILO definisi koperasi adalah Cooperation is an association of person, usually of limited means, who have voluntaily joined together to achieve a common economic and through the formation of a democratically controlled businnes organization, making equitable
contribution of the capital required and eccepting a fair share of the risk and benefits of the undertaking.
Definisi di atas terdiri dari unsur unsur berikut :
  1. Kumpulan orang orang
  2. Bersifat sukarela
  3. Mempunyai tujuan ekonomi bersama
  4. Organisasi usaha yang dikendalikan secara demokratis
  5. Kontribusi modal yang adil
  6. Menanggung kerugian bersama dan menerima keuntungan secara adil.
3.     Margaret Digby
Menulis tentang “ The World Cooperative Movement “ mengatakan bahwa koperasi adalah :
  1. Kerjasama dan siap untuk menolong
  2. Adalah suatu usaha swasta tetapi ada perbedaan dengan badan usaha swasta lain dalam hal cara untuk mencapai tujuannya dan penggunaan alatnya.
4.     Dr. C.R Fay
Koperasi adalah suatu perserikatan dengan tujuan berusaha bersama yang terdiri atas mereka yang lemah dan diusahakan selalu dengan semangan tidak memikirkan diri sendiri sedemikian rupa. Sehingga masing masing sanggup menjalankan kewajibannya sebagai anggota dan mendapat imbalan sebanding dengan tingkat hubungan mereka dengan perserikatan itu.
5.     Dr. G. Mladenata
Didalam bukunya “ Histoire des Doctrines Cooperative “ mengemukakan bahwa koperasi terdiri atas produsen produsen kecil yang tergabung secara sukarela untuk mencapai tujuan bersama ,dengan saling bertukar jasa secara kolektif dan menanggung resiko bersama dengan mengerjakan sumber sumber yang disumbangkan oleh anggota.
6.     H.E. Erdman
Bukunya “ Passing Monopoly as an aim of Cooperative” mengemukakan definisi sebagai berikut :
  1. koperasi melayani anggota, yang macam pelayanannya sesuai dengan macam koperasi
  2. rapat anggota memutuskan kebijakan dasar juga mengangkat dan meberhentikan pengurus
  3. pengurus bertanggung jawab dalam menjalankan usaha dan dapat mengangkat karyawan untuk melaksanakan kebijaksanaan yang diterima dari rapat anggota.
  4. Tiap anggota mempunyai hak satu suara dalam rapat anggota tahunan. Partisipasi anggota lebih diutamakan daripada modal yang dimasukan.
  5. Anggota membayar simpanan pokok, wajib dan sukarela. Koperasi juga dimungkinkan meminjam modal dari luar.
  6. Koperasi membayar bunga pinjaman sesuai dengan batas yang berlaku yaitu sesuai dengan tingginya yang berlaku di masyarakat.
  7. SHU ( Sisa Hasil Usaha ) dibayar pada anggota yang besarnya sesuai dengan jasa anggota
  1. Dalam hal mengalami kegagalan, anggota hanya bertanggung jawab sebesar simpananya di koperasi
7.     Frank Robotka
Bukunya yang berjudul “ A Theory of Cooperative “ menyakan bahwa penulis penulis Amerika serikat umumnya menerima ide ide tentang koperasi sebagai berikut :
  1. koperasi adalah suatu bentuk badan usaha yang anggotanya merupakan langganannya. Koperasi diorganisasikan , diawasi dan dimiliki oleh para anggotanya yang bekerja untuk kemanfaatan mereka sendiri
  2. praktek usahanya sesuai dengan prinsip prinsip Rochdale
  3. Koperasi adalah suatu kebalikan dari persaingan yaitu bahwa anggota lebih bersifat kerja sama daripada bersaing diantara mereka
  4. Koperasi bukan perkumpulan modal dan tidak mengejar keuntungan, lain dengan badan usaha bukan koperasi yang mengutamakan modal dan berusaha mendapatkan keuntungan
  5. Keanggotaan koperasi berdasarkan atas perseorangan bukan atas dasar modal
8.     Dr. Muhammad Hatta
Dalam bukunya “ The Movement in Indonesia” beliau mengemukakan bahwa koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarka tolong menolong. Mereka didorong oleh keinginan memberi jasa pada kawan “ seorang buat semua dan semua buat seorang” inilah yang dinamakan Auto Aktivitas Golongan, terdiri dari :
  1. Solidaritas
  2. Individualitas
  3. Menolong diri sendiri
  4. Jujur
9.     UU No. 25 Tahun 1992 (Perkoperasian Indonesia)
Koperasi adalah Badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang beradasarkan atas dasar asas kekeluargaan.
10.                        R.M Margono Djojohadikoesoemo
Koperasi adalah perkumpulan manusia seorang-seorang yang dengan sukanya sendiri dengan kehendak bekerja sama untuk memajukan ekonomi.
11.                        Prof R.S. Soeriaatmadja
Koperasi adalah suatu badan usaha yang secara sukarela dimiliki dan dikendalikan oleh anggota yang adalah juga pelanggannya dan dioperasikan oleh mereka dan untuk mereka atas dasar nir laba atau dasar biaya.
12.                       Paul Hubert Casselman
 koperasi adalah suatu sistem ekonomi yang mengandung unsur sosial

Jumat, 08 April 2011

Paper Perbandingan antara hasil panen padi provinsi DKI Jakarta dengan Jawa Timur

 Latar belakang
Pembangunan di Indonesia merupakan suatu proses perubahan yang berlangsung secara terencana dan berkelanjutan yang terpacu pada laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan diimbangi dengan pemerataan pendapatan untuk membangun ekonomi rakyat. Sasaran utamanya untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakatnya. kesejahteraan yang dimaksudkan ialah terpenuhinya kebutuhan pokok maupun tambahan secara cukup ataupun lebih.
Sektor pertanian sangat berperan penting dalam perekonomian disuatu negara, karena sebagian produk nasional merupakan dari hasil pertanian dan sejumlah ibu rumah tangga mengeluarkan hasil pendapatannya untuk membeli hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di Indonesia sektor pertanian merupakan sumber pangan bagi masyarakat. Hal ini dapat diukur dari hasil pertanian dalam Produk Domestik Bruto (PDB). Sektor pertanian juga menjadi salah satu komponen utama dalam program dan strategi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Salah satu hasil pertanian yang penting bagi masyarakat Indonesia adalah hasil panen padi karena padi salah satu kebutuhan hidup utama bagi masyarakat.

Masalah
            Padi merupakan komoditas stategis dalam kehidupan sosial ekonomi nasional yang memerlukan pengendalian oleh pemerintah, karena sebagian besar penduduk bahan pangan pokoknya adalah beras. Berdasarkan latar belakang masalah diatas dapat ditarik rumusan masalah “ Perbandingan antara hasil panen padi provinsi DKI Jakarta dengan Jawa Timur “.

Landasan Teori
1.       Teori Produksi
Fungsi produksi yaitu suatu fungsi yang menunjukkan hubungan antara hasil produksi fisik (output) dengan faktor faktor produksi (input).  Atau dengan kata lain menunjukkan sifat hubungan diantara faktor-faktor produksi dan tingkat produksi yang dihasilkan.
Input(modal, tenaga kerja, bahan baku dan lain-lain
Fungsi produksi (dengan tekhnologi  tertentu)

Output (barang/ jasa)

 



Gambar  Proses Produksi
Dalam bentuk matematika sederhana fungsi produksi dituliskan sebagai berikut:
Q= f(K, L, R.T)
Dimana:
K=   Jumlah stok modal.
L= Jumlah tenaga kerja. Meliputi berbagai jenis tenaga kerja dan  keusahawanan.      
R=     Kekayaan alam.
T=   Tekhnologi ysng digunakan.
Q=  Jumlah produksi yang dihasilkan oleh berbagai jenis faktor  produksi tersebut.
Persamaan tersebut merupakan suatu pernyataan matematik yang pada dasarnya berarti bahwa tingkat produksi suatu barang   tergantung kepada jumlah modal, jumlah tenaga kerja, jumlah kekayaan alam, dan tingkat tekhnologi yang digunakan. Fungsi produksi untuk setiap komoditi juga diartikan sebagi suatu persamaan tabel atau grafik yang menunjukkan jumlah  (maksimum) komoditi yang dapat diproduksi perunit waktu untuk setiap kombinasi input alternative, bila menggunakan teknik produksi yang tersedia. Fungsi produksi pertanian yang sederhana diperoleh dengan menggunakan berbagai alternative jumlah tenaga kerja per unit waktu untuk menggarap sebidang tanah tertentu yang tetap mencatat alternative output yang dihasilkan per unit waktu. banyaknya tenaga kerja yang digunakan, banyaknya pupuk dan obat obatan yang digunakan dan lain lain. Teori produksi dalam ilmu ekonomi membedakan analisisnya kepada dua pendekatan berikut:
1. Teori produksi dengan satu faktor berubah.
2. Teori produksi dengan dua faktor berubah

2.      Ketahanan Pangan
Pengertian ketahanan pangan telah dibakukan dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 1996 tentang pangan. Pada bab 1 pasal 1 disebutkan ketahanan pangan adalah terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik mutu, aman, merata dan terjangkau (Saliem, 2004). Sementara definisi ketahanan pangan yang secara resmi disepakati oleh pimpinan negara anggota Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) termasuk Indonesia pada World Food Conference On Human Right 1993 dan World Food Summit 1996 adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan gizi setiap individu dalam jumlah dan mutu agar dapat hidup aktif dan sehat secara berkesinambungan sesuai budaya setempat (Wibowo, 2000).
Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan secara baik jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangk  (Badan Bimbingan Massal Ketahanan Pangan, 2007). Ketahanan pangan adalah fenomena yang kompleks, mencakup banyak aspek dan faktor terkait yang luas. Dengan pengertian tersebut, mewujudkan ketahanan pangan dapat diartikan lebih lanjut sebagai berikut:
1.      Terpenuhinya pangan yang cukup, diartikan ketersediaan pangan, dalam arti luas bukan hanya beras tetapi mencakup pangan yang berasal dari tanaman, ternak dan ikan untuk memenuhi kebutuhan atas karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi pertumbuhan kesehatan manusia.
2.      Terpenuhinya pangan dengan kondisi yang aman, diartikan bebas dari cemaran biologis, kimia dan benda/zat lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia serta aman dari kaidah agama.
3.      Terpenuhinya pangan dengan kondisi yang merata, diartikan pangan harus tersedia setiap saat dan merata diseluruh tanah air.
4.      Terpenuhinya pangan dengan kondisi terjangkau, diartinkan pangan mudah diperoleh oleh setiap rumah tangga dengan harga yang terjangkau.
Dari versi batasan manapun, aspek kecukupan pangan menjadi basis kriteria untuk menentukan status ketahanan pangan. Hal ini karena ketahanan pangan adalah kebutuhan pokok bagi manusia untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Pada mulanya kecukupan pangan hanya dinilai menurut fisik kuantitas sesuai kebutuhan untuk beraktifitas dalam kehidupan sehari-hari secara sehat. Namun demikian, seiring dengan perkembangan analisis, kriteria kecukupan kemudian juga mencakup aspek kualitas pangan.
Dari sisi dimensi waktu, ketahanan pangan dapat terwujud jika aspek risiko kegagalan askes terhadap pangan dapat ditanggulangi. Terkait dengan faktor resiko tersebut, dikenal dua bentuk ketidaktahanan pangan (Food Insecurity), yaitu yang bersifat kronik dan transitori. Ketidaktahanan pangan kronik terjadi secara terus menerus (jangka panjang) karena rendahnya faktor daya beli dan rendahnya kualitas sumberdaya manusia. Ketidaktahanan pangan transitori terjadi sementara (sering bersifat mendadak atau tiba-tiba) yang sering diakibatkan oleh adanya: bencana alam, kegagalan produksi dan kenaikan harga           (Saliem, 2004).
Ketahanan pangan tidak hanya mencakup pengertian ketersediaan pangan yang cukup, tetapi juga kemampuan untuk mengakses (termasuk membeli) pangan dan tidak terjadinya ketergantungan pangan pada pihak manapun.  Dalam hal ini, petani memiliki kedudukan strategis dalam ketahanan pangan. Petani adalah produsen pangan dan petani adalah juga sekaligus kelompok konsumen terbesar yang sebagian masih miskin dan membutuhkan daya beli yang cukup untuk membeli pangan.  Petani harus memiliki kemampuan untuk memproduksi pangan sekaligus juga harus memiliki pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka sendiri (Krisnamurti, 2005).

Pembahasan Masalah
Provinsi
Jenis Tanaman
Tahun
Luas Lahan (HA)
Produktivitas (Ku/Ha)
Produksi (Ton)
Jawa Timur
Padi
2009
1 904 830
59,11
11 259 085
DKI Jakarta
Padi
2009
1 974
55,79
11 013

Peningkatan produksi padi, selain untuk menjamin adanya pangan (beras) nasional, juga merupakan salah satu upaya untuk menaikkan pendapatan untuk kesejahteraan petani dan keluarganya. Namun peningkatan produksi yang dicapai petani pada panen raya, dalam kenyataannya belum membawa petani pada peningkatan pendapatan untuk kesejahteraan tersebut.
Contohnya saja dalam tabel di atas, pada provinsi Jawa timur pada tahun 2009 dengan  luas lahan tanah sekitar 1904830 Ha dapat berproduktivitas 59,11% dan menghasilkan produksi padi sekitar 11259085 Ton. Pada dasarnya lahan tersebut sangat luas akan tetapi para petani hanya dapat menggunakan setengah dari luas lahan yang tersedia untuk ditanami benih padi. Karena lahan sawah yang ada di Jawa Timur tidak memiliki tingkat kesuburan yang sama maka, para petani tidak bisa memaksimalkan lahan sawah tersebut.
Dibandingkan dengan provinsi Jawa Timur, hasil panen padi di kota Jakarta lebih rendah. Kota Jakarta hanya memiliki lahan sawah yang jumlahnya sekitar 1974 Ha dan dapat berproduktivita sebesar 55,79% sehingga hanya dapat menghasilkan padi sebesar 1103 ton. Hal itu disebabkan karena lahan persawahan di kota Jakarta mulai menyempit akibat telah dipenuhi oleh gedung-gedung perkantoran dan semua pusat aktivitas Negara Indonesia memang berada di kota Jakarta.
Kesimpulan
Sesuai dengan pola produksi tahunan, produksi gabah pada saat panen raya di daerah sentra produksi selalu melimpah, sedangkan permintaan gabah atau beras bulanan relatif stabil. Berdasarkan hukum ekonomi, jika harga menurun, maka permintaan akan naik. Demikian juga yang dialami petani pada musim panen raya, jika harga gabah turun sampai dibawah harga dasar bahkan sampai titik terendah, maka permintaan padi pun akan meningkat, sehingga tidak memberi keuntungan kepada petani. Sebaliknya pada musim paceklik, seringkali produksi yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan sehingga harganya meningkat, bahkan sampai tidak terjangkau oleh petani yang pada saat itu justru tidak memiliki lagi produksi gabah.
Saran
 Seharusnya pemerintah lebih dapat memperhatikan tentang  lahan sawah yang ada di daerah-daerah, agar tidak ada lagi penyempitan lahan sawah yang berlebihan. Dan pemerintah diharapkan dapat mensejahterakan kehidupan petani yang memiliki peran penting dalam mengolah pangan khususnya padi yang merupakan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia.

Selasa, 01 Maret 2011

tugas rangkuman perekonomian indonesia


Perekonomian Indonesia dibagi menjadi empat periode
1.      Pemerintahan orde lama buruknya perekonomian pada periode orde lama terutama disebabkan oleh hancurnya infrastruktur ekonomi fisik maupun non fisik selama pendudukan jepang, perang dunia II, dan perang revolusi, serta gejolak politik dalam negeri termasuk pemberontakan di sejumlah daerah, ditambah lagi dengan manajemen ekonomi makro yang sangat buruk tersebut (tambunan 1991,1996). mengikuti kerangka analisis dari dumairy (1996) periode orde lama sejak 1945 sampai 1965 dapat dibagi menjadi tiga periode yaitu periode 1945-1950, periode demokrasi parlementer  (1950-1959), dan periode demokrasi terpimpin (1959-1965).Kebijakan paling penting dilakukan oleh kabinet hatta adalah reformasi moneter melalui devaluasi mata uang nasional yang pada saat itu masih gulden dan pemotongan uang sebesar 50% atas semua uang kertas yang beredar pada bulan maret 1950 yang dikeluarkan oleh De Javasche.
2.      Pemerintahan orde baru sejak bulan maret 1966 indonesia memasuki pemerintahan orde baru, dalam periode orde baru ini perhatian pemerintah lebih ditunjukan pada peningkatan kesejaterahan masyarakat lewat pembangunan ekonomi dan sosial di tanah air,dalam masa ini pemerintah menjalin hubungan baik denagn pihak barat dan menjauhi pengaruh ideologi komunis. tujuan jangka panjang dari pembangunan ekonomi di indonesia pada masa orde baru adalah meningkatkan kesejaterahan masyarakat melalui suatu proses industrialisasi dalam skala besar, seperti kesempatan kerja dan defisit neraca pembayaran. Pada april 1969 repelita (rencana pembangunan lima tahun pertama) dimulai denagn penekanan utama pada pembangunan sektor pertanian dan industri-industri yang terkait,seperti agroindustri. dampak repelita I dan repelita-repelita berikutnya terhadap perekonomian indonesia cukup mengagumkan, terutama dilihat pada tingkat makro
3.      Transisi reformasi,ada lima memarandum tambahan tentang kebijaksanaan ekonomi keuangan yaitu
1.      Program stabilisasi
2.      Restrukturisasi perbankan
3.      Reformasi struktural
4.      Penyelesaiaan ULN swasta
5.      Bantuan untuk rakyat kecil
4.      Reformasi,pada pertengahan tahun 1999 dilakukan pemilihan umum yang dimenangkan oleh partai PDI-P, namun akhirnya pada bulan oktober dipilih KH.Abdurahman wahid.selama masa pemerintahan gus dur hampir setiap masalah tidak dapat diselesaikan dengan baik,berbagai kerusuhan sosial terjadi,misal pemberontakan aceh,konflik maluku, dan pertikaian etnis dikalimantan.buruknya hubungan antara pemerintah indonesia dengan IMF yang memebuat para pelaku bisnis dan para investor asing enggan menanam modalnya diindonesia.
yang terikat dalam perekonomian indonesia
·         orang/orangan (individu)
·         Perusahaan (PT,CV,Firma)
·         Pemerintah (BUMN)
·         Koperasi  (Inggris)
Secara umum ada tiga macam sistem ekonomi yang dikenal didunia yaitu
1. sistem ekonomi kapitalis adalah suatu sistem ekonomi dimana kekayaan yang produktif terutama dimiliki secara pribadiroduksi terutama dilakukan untuk dijual.ada enam (6) asas sebagai ciri sistem ekonomi kapitalis
1.      Hak milik pribadi
2.      Kebebasan berusaha dan kebebasan memilih
3.      Motif kepentingan diri sendiri
4.      Persaingan
5.      Harga ditentukan oleh mekanisme pasar
6.      Peranan terbatas pemerintah
2.      sistem ekonomi sosialis adalah kebalikan dari sistem kapitalis bagi kalangan sosialis pasar justru harus dikendalika oleh peranan terpusat. Sistem ekonomi sosialis dibagi menjadi dua yaitu sistem ekonomi sosialis dari marxis dan sistem ekonomi sosialis demokrat, sistem ekonomi sosialis marxis yaitu dimana seluruh unit ekonomi,baik sebagai konsumen, produsen, maupun pekerja tidak diperkenankan untuk  mengambil keputusan sendiri-sendiri yang menyimpang dari komando otoritas tertinggi yaitu partai. sedangkan dalam sistem ekonomi sosialis demokrat produsen bebas memilih jenis  dan berapa banyak produk yang dibuat,konsumen dapat bebas memilih barang yang diinginkan, dan pekerja bebas memilih pekerjaan yang cocok untuk mereka
3.      sistem ekonomi casmpuran adalah sistem yang mengandung beberapa elemen dari sistem ekonomo kapitalis dan sistem ekonomi sosialis, dalam ekonomi sosialis campuran dimana kekuasaan serta kebebasan berjalan secara bersamaan walaui dalam kadar yang berbeda-beda.